Senin, 02 Februari 2015

KARENAMU

Kekasih terbaik adalah kamu
Punya kepedulian tanpa batas penentuan
Kamu punya cinta akupun begitu
Lekas sakralkan agar kenyal tak beku
Pengertianmu tumbuhkan buah kasih sayang
Sepasang insan memadu cinta
Dengan santun lestarikan suasana

Tanpa titik pemberhentian
Tebarkan benih benih keunggulan
Kesadaran berjalan seiring waktu
Keaslian diri kita terjawab oleh dunia
Karenamu harapan nyata
Karenamu aku mampu lalui semua
Karena itu semua
Ku harap kamu tidak tinggalkan aku
Selama hidupku

Puisi Cipt. Tarso Brekel


RANGKAIAN MUKJIZAT PUSAKA LANGIT

Setiap hembusan angin menemani kepak merpati
Siul burung burung berirama silih berganti
Kokok ayam mengikuti arah pikiran berintonasi
Warna warni menjadi arah dan makna
Bunga bunga menebar harum nuansa jiwa
Halilintar bersama hujan tandakan rindu dan resah
Tiap rintik airnya menjadi sekumpulan doa
Benda benda lengkapi ruangan arah
Kucing mengamati prilaku sesuaikan warna
Suara suara bercengkrama hilir mudik
Panca indra kuat mencerna setiap rasa
Ikan ikan menari dalam kolam akuarium
Harimau putih menjadi teman di sisi
Kendaraan dan pedagang tiap gang beraktifitas
Tangga terlangkah kamar mandi sirami diri
Mesin mesin mencetak ragam kebutuhan
Gerakan sesuaikan nada alunan irama
Cuaca menyatu terukur seberapa derajat suhu tubuh
Jiwa kebaikan bersemayam mengelilingi seiring jalan
Pusaka langit pancarkan pesan kesabaran

Mejalani kisah bersetubuh dalam hidup aktor utama
Putaran film senada sesuai kisah langkah pernah ada
Mengumpulkan hamparan jawaban
Menjawab setiap pertanyaan
Berteriak membuka diam
Bernyanyi tanpa dendam
Seperti inspirasi antri meminta segera terealisasi
Bagai lagu luapkan resah ungkapkan cinta
Biarkan rahasia terjawab lengkap seiring waktu
Biarkan petunjuk mengarah arahkan perbaikan
Tetapkan berprinsip ketulusan niat lebih berarti

Puisi Cipt. Tarso Brekel

Minggu, 01 Februari 2015

BERKARYA BER'ARAH

Kobarkan semangat hidupmu sekuat gelegar halilintar
Dengan kendali hati nurani memperbaharui bumi pertiwi
Banjir keringat laksana angin membantai harapan palsu
Bertarunglah dengan keadaan berperanglah dengan keinginan
Bertempurlah leburkan mimpi tenggelamkan masa lalu
Peluklah kenyataan

Semangat
Dunia mengijinkan berkecamuk menerjang ketidak pastian
Lautan lepas perlambang dua kehidupan
Tenggelam di dasar temukan ikan mengeruk timbunan mas
Menjala uang menjaring benda mengambang
Bara lahar dirongga jiwa geram mengebor inti batas
Satu dunia satu zona aman tidak aman
Pertahanan harus di utamakan

Keringat pengisi waktu bergemuruh
Para pelaku waktu menghapus semu
Nusantara gelombang dunia
Satu aksi beragam fungsi
Fungsikan sebagai ajang kemaslahatan
Bukan lomba kecerdikan perpolitikan
Saling menusuk saling cakar demi jabatan

Berkarya berkarya
Berkarya membutuhkan emosi
Berkarya berkarya
Arah angin berkata tetap jaga kondisi
Balon udara tebarkan pesona gembira
Inspirasi berkreasi kini dan nanti
Maju sebagai garda depan dengan cinta
Menara ultimatum simbol kekuatan
Bangkitnya masa kejayaan

Rembulan merah menenggelamkan rimba raya
Atmosfir langit bergemuruh
Fenomena pemandangan segenap penjuru
Alam semesta buktikan keajaibanya
Berseru seraya berseru
Ingatkan galaksi antariksa hingga penginjak tanah
Mengecam keras keserakahan
Mungkinkah selesai
Usai tiada usai hingga bumi lelah berputar
Menara ultimatum simbol kekuatan
Bermula dengan terucapnya kejujuran

Berkarya ber'arah
Dengan kerendahan diri kita meloncat tinggi
Arah mengarahkan
Lemah kawan harus kembali di kuatkan
Berkarya ber'arah
Luapkan ekspresi energi tepat sasaran
Bangun bangun bangun
Bangun lembar keseragaman dari tinta perbedaan
Berkarya ber'arah
Apa saja siapa saja arahkan karya
Berguna mengundang tawa kaum atas tengah juga bawa
Sabang sampai merauke hingga penjuru dunia


Puisi Cipt. Tarso Brekel




SEMANGAT ALAM

Diantara dua gunung
Lembut melekat jejak
Halus menurun pelan
Singgah pada muara
Berkeliling rerumputan
Kering namun lembab
Air mengusap menggeliat
Mengalir mengikuti angin
Kemudian berputar
Hangat bernuansa

Udara membelai tetap berpegang
Walau bumi berguncang
Lahar meluncur
Magma bergelombang
Langit menggelegar
Badai bergulung
Laut menggunung
Karena semangat hidup
Pantang redup

Puisi Cipt. Tarso Brekel

Sabtu, 31 Januari 2015

SENIMAN PREMAN

Seniman menggunakan perasaan
Preman memakai paksaan
Penampilan ga jauh beda
Tapi harus terlihat berbeda
Seniman bisa menjadi preman
Preman belum tentu berkesenian

Seniman kalo ngamuk
Media maupun bahan berkarya
Menjadi pelampiasan
Tapi kalo berkarya terus di amuk
Wah media berpindah
Hahahahahahaha

Tapi tidak setiap man berarti seniman
Juga tidak setiap man berarti preman

Gila berkarya akan menghasilkan
Buat diri sendiri maupun orang lain
Ikut merasakan atau tidak
Setidaknya ikut melihat
Puas ga puas di puas puasin aja

Revisi Puisi Cipt. Tarso Brekel



MEMAKNAI HIDUP

Jika Allah Murka kedengkian lenyap sekejap mata
Setiap kata kataNYA penuh fungsi
Mengingat Allah mengingat Tuhan suasana hati akan tentram
Belajar memaknai hidup dengan yakin rencana Allah itu indah
Giat belajar ikhlas walau apapun yang di terka
Mencoba perbanyak saudara itulah cara lupakan resah
Jangan lagi berceramah kalau isinya sumpah serapah
Orang yang bertaubat sungguh sungguh akan berbagi
Membuka hati dengan nada suasana damai
Belajar menilai diri sendiri sudahkah di jalani????.........
Buka Mata Pandang Dunia......
Buka Hati Lihatlah keramaian................................

Renunganku


PARA PETUALANG


Akulah sang petualang
Malamku bersahabat jalan
Melangkah menyebut mulia keagungan Tuhan
Akulah sang petualang
Menjaga alam melestarikan persaudaraan
Petualang melanglang buana
Berpedoman aliran kitab suci

Hitam putih hidup kami adalah mendaki
Mendaki tanjakan tantangan
Berpenampilan urakan bukan tak mengerti kerapian
Paling penting pola pikir kami memandang
Memilah sela sela hingga muara
Mencari celah melibas rawa
Berjubah selendang kejelian
Menikmati bening air lereng terjal
Memapah nyali menembus hujan
menerobos belukar halangan
Mendilatasi pahatan alur
Tikungan tajam kepakkan nalar
Tak kenal hari bangkitkan percaya diri
Sosiologi nirmana dwimatra trimatra
Menjadi tongkat penjangkau tujuan

Silatuhrahmi di sudut sudut jalanan
Berkumpul rencanakan pemugaran
Setiap musim kita lalui
Hujan badai tetap bersatu
Cuaca panas berdebu kami tetap datang
Surya dinanti temani letih desir burung sore ini
Di puncak bukit tertinggi kami tayamunkan nyali

Akulah sang petualang mengarungi kehidupan
Akulah sang petualang menembus batas waktu
Akulah sang petualang dari zaman ke zaman
Akulah sang petualang pecinta kedamaian
Akulah sang petualang merambah daratan
Petualang petualang simbol jiwa kejantanan
Para petualang lentur meliuk siang malam

Puisi Cipt. Tarso Brekel