Senin, 02 Februari 2015

KARENAMU

Kekasih terbaik adalah kamu
Punya kepedulian tanpa batas penentuan
Kamu punya cinta akupun begitu
Lekas sakralkan agar kenyal tak beku
Pengertianmu tumbuhkan buah kasih sayang
Sepasang insan memadu cinta
Dengan santun lestarikan suasana

Tanpa titik pemberhentian
Tebarkan benih benih keunggulan
Kesadaran berjalan seiring waktu
Keaslian diri kita terjawab oleh dunia
Karenamu harapan nyata
Karenamu aku mampu lalui semua
Karena itu semua
Ku harap kamu tidak tinggalkan aku
Selama hidupku

Puisi Cipt. Tarso Brekel


RANGKAIAN MUKJIZAT PUSAKA LANGIT

Setiap hembusan angin menemani kepak merpati
Siul burung burung berirama silih berganti
Kokok ayam mengikuti arah pikiran berintonasi
Warna warni menjadi arah dan makna
Bunga bunga menebar harum nuansa jiwa
Halilintar bersama hujan tandakan rindu dan resah
Tiap rintik airnya menjadi sekumpulan doa
Benda benda lengkapi ruangan arah
Kucing mengamati prilaku sesuaikan warna
Suara suara bercengkrama hilir mudik
Panca indra kuat mencerna setiap rasa
Ikan ikan menari dalam kolam akuarium
Harimau putih menjadi teman di sisi
Kendaraan dan pedagang tiap gang beraktifitas
Tangga terlangkah kamar mandi sirami diri
Mesin mesin mencetak ragam kebutuhan
Gerakan sesuaikan nada alunan irama
Cuaca menyatu terukur seberapa derajat suhu tubuh
Jiwa kebaikan bersemayam mengelilingi seiring jalan
Pusaka langit pancarkan pesan kesabaran

Mejalani kisah bersetubuh dalam hidup aktor utama
Putaran film senada sesuai kisah langkah pernah ada
Mengumpulkan hamparan jawaban
Menjawab setiap pertanyaan
Berteriak membuka diam
Bernyanyi tanpa dendam
Seperti inspirasi antri meminta segera terealisasi
Bagai lagu luapkan resah ungkapkan cinta
Biarkan rahasia terjawab lengkap seiring waktu
Biarkan petunjuk mengarah arahkan perbaikan
Tetapkan berprinsip ketulusan niat lebih berarti

Puisi Cipt. Tarso Brekel

Minggu, 01 Februari 2015

BERKARYA BER'ARAH

Kobarkan semangat hidupmu sekuat gelegar halilintar
Dengan kendali hati nurani memperbaharui bumi pertiwi
Banjir keringat laksana angin membantai harapan palsu
Bertarunglah dengan keadaan berperanglah dengan keinginan
Bertempurlah leburkan mimpi tenggelamkan masa lalu
Peluklah kenyataan

Semangat
Dunia mengijinkan berkecamuk menerjang ketidak pastian
Lautan lepas perlambang dua kehidupan
Tenggelam di dasar temukan ikan mengeruk timbunan mas
Menjala uang menjaring benda mengambang
Bara lahar dirongga jiwa geram mengebor inti batas
Satu dunia satu zona aman tidak aman
Pertahanan harus di utamakan

Keringat pengisi waktu bergemuruh
Para pelaku waktu menghapus semu
Nusantara gelombang dunia
Satu aksi beragam fungsi
Fungsikan sebagai ajang kemaslahatan
Bukan lomba kecerdikan perpolitikan
Saling menusuk saling cakar demi jabatan

Berkarya berkarya
Berkarya membutuhkan emosi
Berkarya berkarya
Arah angin berkata tetap jaga kondisi
Balon udara tebarkan pesona gembira
Inspirasi berkreasi kini dan nanti
Maju sebagai garda depan dengan cinta
Menara ultimatum simbol kekuatan
Bangkitnya masa kejayaan

Rembulan merah menenggelamkan rimba raya
Atmosfir langit bergemuruh
Fenomena pemandangan segenap penjuru
Alam semesta buktikan keajaibanya
Berseru seraya berseru
Ingatkan galaksi antariksa hingga penginjak tanah
Mengecam keras keserakahan
Mungkinkah selesai
Usai tiada usai hingga bumi lelah berputar
Menara ultimatum simbol kekuatan
Bermula dengan terucapnya kejujuran

Berkarya ber'arah
Dengan kerendahan diri kita meloncat tinggi
Arah mengarahkan
Lemah kawan harus kembali di kuatkan
Berkarya ber'arah
Luapkan ekspresi energi tepat sasaran
Bangun bangun bangun
Bangun lembar keseragaman dari tinta perbedaan
Berkarya ber'arah
Apa saja siapa saja arahkan karya
Berguna mengundang tawa kaum atas tengah juga bawa
Sabang sampai merauke hingga penjuru dunia


Puisi Cipt. Tarso Brekel




SEMANGAT ALAM

Diantara dua gunung
Lembut melekat jejak
Halus menurun pelan
Singgah pada muara
Berkeliling rerumputan
Kering namun lembab
Air mengusap menggeliat
Mengalir mengikuti angin
Kemudian berputar
Hangat bernuansa

Udara membelai tetap berpegang
Walau bumi berguncang
Lahar meluncur
Magma bergelombang
Langit menggelegar
Badai bergulung
Laut menggunung
Karena semangat hidup
Pantang redup

Puisi Cipt. Tarso Brekel

Sabtu, 31 Januari 2015

SENIMAN PREMAN

Seniman menggunakan perasaan
Preman memakai paksaan
Penampilan ga jauh beda
Tapi harus terlihat berbeda
Seniman bisa menjadi preman
Preman belum tentu berkesenian

Seniman kalo ngamuk
Media maupun bahan berkarya
Menjadi pelampiasan
Tapi kalo berkarya terus di amuk
Wah media berpindah
Hahahahahahaha

Tapi tidak setiap man berarti seniman
Juga tidak setiap man berarti preman

Gila berkarya akan menghasilkan
Buat diri sendiri maupun orang lain
Ikut merasakan atau tidak
Setidaknya ikut melihat
Puas ga puas di puas puasin aja

Revisi Puisi Cipt. Tarso Brekel



MEMAKNAI HIDUP

Jika Allah Murka kedengkian lenyap sekejap mata
Setiap kata kataNYA penuh fungsi
Mengingat Allah mengingat Tuhan suasana hati akan tentram
Belajar memaknai hidup dengan yakin rencana Allah itu indah
Giat belajar ikhlas walau apapun yang di terka
Mencoba perbanyak saudara itulah cara lupakan resah
Jangan lagi berceramah kalau isinya sumpah serapah
Orang yang bertaubat sungguh sungguh akan berbagi
Membuka hati dengan nada suasana damai
Belajar menilai diri sendiri sudahkah di jalani????.........
Buka Mata Pandang Dunia......
Buka Hati Lihatlah keramaian................................

Renunganku


PARA PETUALANG


Akulah sang petualang
Malamku bersahabat jalan
Melangkah menyebut mulia keagungan Tuhan
Akulah sang petualang
Menjaga alam melestarikan persaudaraan
Petualang melanglang buana
Berpedoman aliran kitab suci

Hitam putih hidup kami adalah mendaki
Mendaki tanjakan tantangan
Berpenampilan urakan bukan tak mengerti kerapian
Paling penting pola pikir kami memandang
Memilah sela sela hingga muara
Mencari celah melibas rawa
Berjubah selendang kejelian
Menikmati bening air lereng terjal
Memapah nyali menembus hujan
menerobos belukar halangan
Mendilatasi pahatan alur
Tikungan tajam kepakkan nalar
Tak kenal hari bangkitkan percaya diri
Sosiologi nirmana dwimatra trimatra
Menjadi tongkat penjangkau tujuan

Silatuhrahmi di sudut sudut jalanan
Berkumpul rencanakan pemugaran
Setiap musim kita lalui
Hujan badai tetap bersatu
Cuaca panas berdebu kami tetap datang
Surya dinanti temani letih desir burung sore ini
Di puncak bukit tertinggi kami tayamunkan nyali

Akulah sang petualang mengarungi kehidupan
Akulah sang petualang menembus batas waktu
Akulah sang petualang dari zaman ke zaman
Akulah sang petualang pecinta kedamaian
Akulah sang petualang merambah daratan
Petualang petualang simbol jiwa kejantanan
Para petualang lentur meliuk siang malam

Puisi Cipt. Tarso Brekel

KISAH LEMBARAN

Mengisi lembaran dengan paragrap kemajuan
Inspirasi menginspirasi menebar edukasi
Serat serat kanvas terkuas melekuk warna
Pori pori kayu maupun batu terukir pahatanmu
Menggerakkan peradaban kedalam tarian
Melantunkan nada dengan musik sesuai aliran
Menghayati lirik tembangkan irama menarik
Menyentuh hati menyamankan terik mentari

Kisah lembaran memburu selalu
Mengikuti tanpa mengenal waktu
Terkadang tinta murka menunggu bersetubuh
Kisah lembaran inspirasi kalbu
Penuh motivasi rangkaian penggerak baru
Dedikasi kepada sahabat juga setiap pemberi
Dari Pemberi inspirasi menginspirasi
Melanjutkan di lanjutkan berkelanjutkan
Memperbaiki kesalahan
Dengan merubah Kisah lembaran
Berharap hasilkan kebaikan

Puisi Cipt. Tarso Brekel

JALUR BERAWAN

Setiap hari berangkat kerja berbekal doa
Dengan senyum dia sapa penghuni desa
Jalan berlawanan melihat teman kearah kota
Sedangkan dia ke pelosok desa
Sorot matanya berkaca karena beda tujuan sama
Menciptakan kebahagiaannya sendiri
Dengan bersyukur atas segala berkah
Rezeki di raih tak lupa berbagi
Rahmat hidayah dia terima sebagai hikmah
Tetap melangkah khusyukkan telaga arah

Resah nasip bukan berujung keluhan
Besar kecil pemasukan dia sumbang redakan duka lara
Duka karena bencana cerca, luka hati karena teraniaya
Dengan rela luangkan waktu menghibur kawan
Turut andil ajarkan pengalaman
Di lupakan tak jadikan persoalan
Keringat mengguyur badan menjadi berkah masa depan

Jalur berawan berkumpulnya segenap perasaan
Menempuh perjalanan menuju pertempuran
Merangkul pertemuan rencana tuhan
Mencari nafkah di medan juang
Terjatuh lalu bangkit
kehabisan darah kemudian merah membara
Bekal bekal keluarga saudara juga belahan jiwa
Adalah amunisi lenyapkan krisis diri

Perang melawan kegetiran hati dan mimpi
Restu semesta merasuki
Dikala butuh keseimbangan
Membangun mimpi menjadi kenyataan
Khayalan khayalan di realisasikan
Keajaiban di saksikan
Mukjizat datang menyelamatkan
Pengais nafkah pulang bergrilya
Dengan keluarga dia jabarkan cerita
Jalur berawan tegang tegang mengasikkan


Puisi Cipt. Tarso Brekel




DOBRAK

Saatnya BANGKIT untuk PERUBAHAN!
Demi Sangsaka Tetap Berdiri Gagah
Garuda Merangkul Bhineka Tunggal Ika
Kini Massanya BERSATU ORANG INDONESIA
Dari hati juga kehidupan nyata
Yakin dan Percaya INDONESIA BISA
Tuhan punya kuasa Menyertai Kita

Tumbuh kembangkan sugesti positif
Hidup berkarya karyakan hidup
Negeri tercinta butuh generasi solider
Hayooo hayooo galang keseruaaan
Nyalakan bara semangat
Rindangkan sekitar
Segala bidang butuh pembaharuan
Agar dunia tau jika hidup tak boleh layu

DOBRAK........................
Apapun siapapun kamu
Bersahabat bersatu jangan lihat masa lalu
DOBRAK........................
Apapun siapapun kamu
Jangan terpancing sepenggal amarah
DOBRAK........................
Goda waktumu dengan tertawa positifkan aura

Hidup memang datang dan pergi
Meskipun kelam mengurung cerita
Belantara nusantara harus tebarkan benih pemberani
Semangat semangat semangat INDONESIA BISA
Kekayaan di amalkan kesejahteraan di kembangkan
Hayooo INDONESIA BISA
Hayooo MERAH PUTIH MEMBARA

DOBRAK....................
Apapun siapapun kamu
Jernihkan hati sehatkan nurani
DOBRAK....................
Apapun siapapun kamu
Hijaukan bumi suburkan hidup
DOBRAK....................
Apapun siapapun kamu
Timbun Angkara penelan jiwa
DOBRAK.....................
Apapun siapapun kamu
Terang benderang langkah tenang hayooo berkibar

Puisi Cipt. Tarso Brekel

AKAN TIBA

Anggun wajahmu mengetuk pintu hatiku
Paras ayu meluangkan waktu mendampingiku
Alunan nada kicau burung tepian sawah
Bersenggama selimuti angin berhembus
Tipis bibirmu membekas sentuhanku
Dingin suasana menjadi hangat terasa
Merangkul ceritamu menemani hasratmu

Berdua mengarungi bahtera kasih
Berjanji tiada lagi pengganti
Hanya aku kamu sepanjang hidup ini
Udara lereng pegunungan membasuh tubuh
Diatas bebatuan menuliskan harapan
Baringkan mimpi hidupkan ruang samar
Mengalirkan pancuran masa depan

Diantara jalanan panjang berlampu taman
Kesetiaanmu nampak jelas tertuang
Matamu indah menatap senyum simpulku
Bergandeng tangan tertawakan kegalauan
Cerah langkah kita hingga jelang dini hari
Luapkan semua lelah hingga surya fajar tiba

Ku ikat pita pada gelombang rambutmu
Memilah jingga mendayung perahu
Melambai camar menukik kelautan
Bangga memiliki kasih sepertimu
Perhatian meskipun kadang kita jauh
Bersamamu lembab tanah sejukan hawa
Akan tiba pelaminan resmikan kita berdua

Puisi Cipt. Tarso Brekel  

Jumat, 30 Januari 2015

TABUNGAN RINDU

Gelap gelapan pinggir jalan
Cuap cuap ga karuan bikin lagu tanpa jedah
Ngopi ngobrol di kota tua
SPG cantik datang menjelma
Tawarkan barang dengan sentuh menawan
Paras ayu wajah wajah itu
Ingatkan orang orang terdahulu
Pernah dekat juga terlintas mirip mereka

Lalu lalang pasangan berdampingan
Buaskan air dalam gelas ku hirup
Nongkrong kongkow bareng teman
Mengarungi sepanjang kota besar
Melihat hitam putih metropolitan
Mobil mobil bergerak berpindah
Berseliweran tengah malam
Mungkin melepas lelah
Atau mungkin aktivitas mulai bekerja

Mata pikiran menahan pening
Seakan pernah alami hal serupa berulang
Beberapa tempat beberapa saat
Beberapa waktu beberapa masa
Apakah ini kerinduan nenek moyang
Apakah ini tabungan rindu baru terpecahkan
Gelap terang pertemuan
Cerah suram pengalaman
Menghasilkan perubahan
Mempertemukan pasangan dua insan
Tetapi langkah ini hanya menyaksikan
Mungkin hanya kebetulan
Tetapi rangkaian terangkai hanya tak kuasa menjelaskan
Alam raya memperlihatkan
Mungkin semesta bantu jawab menguraikan
Meringankan beban hidup toubat pendosa
Meskipun pengaruh lingkungan penuh goda

Pertunangan pernikahan jiwa jiwa masa lampau
Berawal saat tubuh mendekap terasa berbeda
Tetapi tatap sikap nampak sama
Begitulah jikalau jiwa lelap terbangun hadir kembali
Titisan menitis pertemukan tubuh
Tersusun sesuai rencana pencipta alam semesta
Langit bumi merestui seleksi raga pertemukan damai
Tersenyum semesta menyibak tabir membuka pesona

Puisi Cipt. Tarso Brekel

LANGKAH PASTI

Saat mataku terbuka
Terbangun dari tidur lelapku
Teringat indah damai desaku
Dari benak isi kalbuku

Ku buka jendela kaca
Dari sisi batin mata hati
Ku lihat luas tanah lahirku
Teringat hangat peluk bundaku

Telah lama ku tinggal pergi
Arungi hidup ke negeri orang
Temukan makna jati diri
Dengan langkah penuh pasti

Ingin rasa kembali pulang
Menghirup hijau desa yang permai
Tapi aku telah berjanji akan kembali
Suatu hari nanti

Lirik. Tarso Brekel
Arasement. Prasetyo
Musik. Prasetyo & Opik

ENTAH SAMPAI KAPAN

Awal ku bertemu dengan dirimu
Aku langsung jatuh cinta padamu
Namun ku tak kuasa ungkapkan hatiku

Terkadang ku ingin bangkit
Dan kembali mengejar mimpi
Namun ketika mimpi dekat ku raih
Langkahku terhenti padamu kasih

Dua tahun sudah berlalu
Namun aku tetap diam membisu
Aku memang bukan seperti yang dulu
Yang tegar melawan waktu

Entah sampai kapan ku mampu bertahan
Apakah angan kan jadi kenyataan
Atau harus diam dan terpendam
Menunggu waktu menjemput badan

Lirik Cipt. Tarso Brekel
Arasement. Prasetyo 

PURNAMA

Panas lebat kutelusuri garis kehidupan
Mencari arti akan sebuah mimpi
Ku sapa malam yang telah datang
Dalam kebimbangan dalam kesendirian
Ku telusuri jalanan tanpa terang
Menembus kabut yang datang menghadang
Dimana sinar terang masa depan
Ku ingin letihku segera terobati

Purnama temanilah aku
Terangi gelap di dalam hidupku
Oh purnama iringilah langkahku
Membuka misteri mimpi

Ku telusuri jalanan tanpa terang
Menembus kabut yang datang menghadang
Dimana sinar terang masa depan
Ku ingin letihku segera terobati

Purnama temanilah aku
Terangi gelap di dalam hidupku
Oh purnama iringilah langkahku
Membuka misteri mimpi

Agar hidupku lebih berarti
Agar hidupku lebih berarti

Lirik lagu Cipt. Tarso Brekel


MOMOK

Mimpi adalah inspirasi .......
Fungky menghisap nurani
Pesona menusuk hati
Uraian kisah cinta curahan belai mesrah
Pesan rindu membantai melumat dada
Landasan jebol tertancap pesawat jatuh

Aku berkata kamu terjemahkan dalam nada
Aku cahayamu di manapun kamu berada
Nampak gunung menangis teteskan teriakan warga
Jangan ada lainya selain diriku kemanapun kamu pergi
Ingatlah pelukan eratku itu karena aku tak ingin jauh darimu
Jangan tinggalkan aku karena tak ada lagi penjagaku

Hijau pohonku tumbang rebahkan badan
Cinta kasih bercinta menyeruakkan pulau tak ingin pisah
Hatiku telah memilihmu meskipun kebingungan melanda
Kasih sayang juga perhatianmu membuatku selalu merindukanmu
Hanya kepadamu ku ungkap semua helaiku

Seandainya dirimu lebih dahulu hadir
Air hujan tidak hanya membasuh wajahku
Tapi seluruh tubuhku
Kau adalah pas foto melekat erat hingga kiamat
Dayung nelayan tak akan bertanya mengapa laut lemparkan airnya
Tanah tinggi juga tak akan menimbun ribuan cinta
Nama pada undanganpun akan tertulis namaku namamu
Meskipun tertampak namanya

Jiwa jiwa memanggil tetapi tak terlihat
Saksi hangat dinginya dekapan
Tangisku karena cemburu tangisku karena semangatmu
Berharap keadilan satukan aku kamu
Ceburkan momok menembus danau

Jaga dirimu dalam mengembara
Bangkit sayang menggempur hina
Percayakan saja raga kuat karenaNYA
Debu akan  ikut bernyanyi mengisi adanya raga suci
Biarkan momok mengikuti langkah surya
Bersabarlah karena aku tetap cahayamu

Puisi Cipt. Tarso Brekel

SETATUSKU STATUSMU

Panjang pendek status bergentayangan
Berderet  berkoar menangis membakar
Mencaci memuji esoknya mencumbu
Status status media sosial dunia maya
Tertuang arak limun dari dunia nyata
Desah resah mendesah bapak bapak bersenggama
Kalimat bunting terbantai kata kata terkulai
Cucu juga anak karena kakek perkosa bunga
Bencana tumpah ruah perang harga pedagang bercinta
Perekonomian negara rakyat ikut serta
Orasi presiden lengkapi cocomeo pejabat promosi
Tersusun menggempur kolom bagai skripsi

Statusku statusmu
Ku telah punya banyak status
Hanya saja uraian luapan berbeda waktu
Statusku statusmu renovasi status baru
Mengikuti angin sepoi atau badai
Menyesuaikan gelombang laut atau samudra surut
Mubazir udara berhembus alam berbisik
Mubazir ngos ngosan pontang panting
Bilamana catatan hilang tenggelam

Info info iklan memboyong pemirsa delikkan mata
Dunia berkunang kunang melihat sama berulang saja
Isi buku tersapu ombak berganti media
Panas dingin penulis status membaca status
Hahahahahaaha

Statusku statusmu
Kompor dapur pindah ruangan
Beranda penuh bahan bangunan
Kelas sorak sorai colak colek meraup medsos
Pegawai karyawan pindah kerja profil berubah
Inisial mantan bermunculan dari masa silam
Bayangan diri sendiri gerah sebagian resah juga bangga
Statusku statusmu intim intim intim maritim

Mengingat detik mendorong derap melangkah
Ke depan bertujuan
Maju beriring petik asik masa dulu
Sambil mengingat
Tembok selokan siapkan putar balik belok kanan
Saat pesona rindukan peluk cium sosok status pertalian

Puisi Cipt. Tarso Brekel

KURSI GAUL

Beramai ramai dirikan partai
Berjanji negara pasti damai
Dengan modal kaos sablonan
Yang bahannya kaki lima'an

Dengan hiburan artis ibukota
Tarik simpatisan rakyat jelata
Mengutamakan kepentingan bangsa
Bila nanti dia jadi raja

Setelah pemilihan suarannya terkabul
Pedagang kaki lima di usir dan di gusur
Dapat duduk santai di kursi gaul
Lupa janji nama tenar rakyat di kibul

Bukanlah baju bukanlah sepatu
Tapi kursi yang bagai nomer togel jitu
Raja sogok makan suap hoby korupsi
Rakyat hancur negara hancur raja makmur

Puisi "Lirik lagu" Cipt. Tarso Brekel

RINTIHAN HATI

Menghentak bumi menapak perih
Memikul karang menghujam bahuku
Kering kerontang sudah tenggorokanku
Bagai terdampar di gurun sahara
KU TERIAAAAAAAAAAK........... sekuat tenaga

Namun tak selirih anginpun terdengar dari mulutku
Ku merangkak ku mendongak
MENANTANG PANASNYA MATAHARI
Walau kadang ku merintih dan meratapi

Bagai duri yang menggores kulit tubuhku
Bagai pedang yang menusuk tepat di jantungku
Rapuh langkahku
Seperti hidup tapi tak bernyawa
Bagai runcingnya cakar cakar harimau
Yang mengoyak setiap mili lambungku

Kenapa mimpiku harus tercabik dan terpisah
Dan tak juah mendekat
Pertanyaan demi pertanyaan
Menghujat dan menghakimi setiap panca inderaku
Namun jawaban belum juga memuaskan

Syair syair jeritan jiwa sang pujangga
Terdengar.......... menyayat
Tapi ku tetap tak bergeming

Tubuhku kian rentah
Kian rasa takut itu menggumpal dalam otakku
Aku takut....
Aku takut tak mampu lagi menghadang toupan yang datang menerjang

Aku hanya berharap ku dapat menemukan setitik sinar
Diantara ruang gelap nan pengap

Puisi Cipt. Tarso brekel

TANAH KELAHIRANKU

Dari sudut jalan angkatan 45
Belakang pagar sekolah tehnik menengah
Tempat mangkal siswanya bolos sekolah
Samping kebun tebu milik mbah ira
Aku lahir dari rahim ibuku
Menjelang magrib diatas becak bapakku
Di gang panjang lorong kesehatan
Dengan bantuan bidan lorong harapan

Ramainya tawa lepas disana
Warganya damai dan bersahajah
Sebelum datang setan berujud manusia
Singkirkan kami demi megahnya kota

Rumah papanku yang beralaskan tanah
Kini musnah tinggalkan puing sejarah
Kebun tebu lapangan dan rumah tetangga
Kini hilang entah kemana

Tawa teman kecilku kini tak terdengar
Saat kota lebarkan sayapnya
Kami pergi membawa sejuta kenangan
Gedung tinggi kibarkan bendera kemenangan

Selamat tinggal tanah kelahiranku
Semoga engkau mengingatku selalu
Sampai jumpa dilain waktu
Sampai nanti kita bersatu

Puisi "Lirik lagu" Cipt. Tarso Brekel

HARAPAN YANG TERGANTI

Kerikil tajam menusuk setiap langkahku
Runcingnya duri menggores kulit tubuhku
Terpaan badai menghantam tulang jiwaku
Gelap dan sunyi selimuti perjalananku

Tiada embun di pagi hidupku
Silaunya mentari menghalau pandanganku
Hujan dan petir gemetarkan lututku
Hempasan ombak hanyutkan impianku

Setelah lama ku telusuri dunia hitam
Akhirnya kini ku dapat singgah di awan putih
Walau angan tak seperti harapan
Namun ku tenang dalam kepastian

Puisi Cipt. Tarso Brekel

HENING

Kata jiwa segumpal makna
Entah jawab pilih yang mana
Hanya diam tak ada ucap
Gemetar jiwa tersudut sepi

Lama ku berjalan
Menatap jauh sebuah impian
Menggapai semu sebuah bayang
Merangkai bunga tanpa tujuan

Bagai hening di malam sunyi
Menusuk tulang hembusan angin
Menoleh remang cahaya lentera
Dalam rumah berbilik bambu

Ku buka gorden jendela
Usang berdebu namun berguna
Hanya kilat penghantar hujan
Yang menyayat batin yang hening

Puisi Cipt. Tarso Brekel

Kamis, 29 Januari 2015

MELODY PINGGIRAN

Sebuah irama melantun dengan merdu
Ungkapkan jeritan hatinya yang pilu
Lirik syair mengisi nada penuh makna
Akan derita yang kini sesakkan dada

Langkah demi langkah meniti paras bumi
Mencari bahagia yang masih tersembunyi
Asap debu hujan badai terik mentari
ia rasakan bagai teman kehidupan

Melody pinggiran oh melodi pinggiran
Melody pinggiran oh melodi pinggiran

Dendangkan kepedihan harapkan keadilan
Tersisih di trotoar terbuang di jalanan

Langkah demi langkah meniti paras bumi
Mencari bahagia yang masih tersembunyi
Asap debu hujan badai terik mentari
ia rasakan bagai teman kehidupan

Melody pinggiran oh melodi pinggiran
Petikkan senar gitar oh melodi pinggiran

Luapkan kekecewaan mengadu pada alam
Akankah keadilan hanya tinggal harapan

Puisi "Lirik Lagu" Cipt. Tarso Brekel


BOS BESAR

Ada binatang kerjanya molor
Senjatanya paraf di balik meja kantor
Karyawan di teror dengan prosedur kotor
Main pecat turun gaji atau di dor dor dor dor
Otak stempel cek bank itu bisnisnya
Kantor bangkrut klien kabur bukan urusanya

Karyawan kecil mentalnya ciut
Bos besar makin asik main catut
Catut sana catut sini cukup modal
Kasih suap tutup mulut
Karyawan naik darah pasang aksi siap ribut
Ribut sana ribut sini bos besar tetap nyatut

Oooooooaaa.... Oooooooaaa.... Bangsat

Di sidangkan di kejaksaan
Di tuntut jaksa penuntut
Duduknya ongkang kaki bos besar sambil ngudut
Bebas berjalan bebas pergi ke pasar
Hakim datang minta bayaran
Kerja sukses beri kebebasan

Bos besar tukang catut
Makin hari perutnya gendut
Sakit perut keluarnya kentut
Orang ribut bos besar cabut

Teng teroreng teng toreroreroreng teng toreroreroreng

Puisi "Lirik lagu" Cipt. Tarso Brekel

HANYA

Terbayang selalu bersama selalu terlukis selalu
Kisah indah kita yang dulu
Berpegangan bersama melangkah satu arah
Bersumpah dalam makna merangkul kisah nyata
Menantang keras kehidupan

Dahulu kita saling tertawa
Dahulu kita sedih bersama
Jalani hidup tanpa terpisah
Membuat mimpi seolah nyata

Seiring malam berganti pagi
Seiring daun terbawa air
Entah dimana kini berada
Tinggalkan aku jalani hampa
Hanya sendiri ratapi sepi
Hanya tawa bayang kalian
Temani aku dalam tiap malamku
Temani aku dalam langkah kakiku

Lewati suka duka bersama
Tapi kini entah dimana
Sahabat yang pernah ada

Puisi "Lirik lagu" Cipt. Tarso Brekel

DENDANG PENGAMEN

Terik sang surya membakar jiwa
Kami musisi di tiap lampu merah
Dendangkan lagu untuk tuan dan nyonya
Harap di dengar dan beri se ikhlasnya

Bukannya kami malas bekerja
Lowongan kerja tak pernah terbuka
Syaratnya lengkap tak juga di terima
Mendingan kami ngamen menghibur anda semua

Inilah kami pengamen lampu merah
Dendangkan lagu hilangkan penat anda
Hanya ini yang bisa kami sumbangkan
Menghibur anda dalam perjalanan

Suara kami mungkin tak enak di dengar
Kami bukan artis yang bisa bikin segar
Bukan pula musik dugem hingar bingar
Kalau anda tak berkenan jangan di bayar

Permisi kami ucapkan salam
Buat pak sopir dan para penumpang
Simaklah dendang kami pengamen jalanan
Semoga anda selamat sampai tujuan

Puisi "Lirik lagu" Cipt. Tarso Brekel

REMANGNYA CAHAYA LILIN

Dalam remangnya cahaya lilin
Kadang redup lalu bersinar
Menerangi tiap sudut kamar
Yang pengap kala hujan

Ku goreskan kerisauan hari ini
Ku ungkapkan pilu rasa hati
Pada tiap lembar buku harian
Walau tiada jawaban

Ku luruskan pandangan
Pada dinding tak bertuan
Mencari arti kegalauan 
Pada remang sebuah bayang

Ku baringkan tubuh ini
Menatap langit langit kamar
Temukan inspirasi tafsir mimpi
Yang semu lain dimensi

Puisi "Lirik lagu" Cipt. Tarso Brekel

BIMBANG

Jalan melenggok pantat bergoyang
Semakin membesar tai lalat di pipimu
Sebatang rokok di bibir hitam mu
Ciri khas kamu yang lagi bimbang

Gadis muda di tengah malam
Menenggak vodka hilangkan resah
Menghisap ganja sarang setan neraka
Jatuh terjerumus di lembah mencekam

Gadis malam tidak tahu arah tujuan
Di tinggal pacar bermain gila ganti wanita
Harapannya seperti asap yang menghilang
Matannya sayup terbuai aroma minuman

Bimbang.... Bimbang.... Bimbang
Bimbang.... Bimbang.... Bimbang

Dadannya mengembang penuh bimbang
Terkapar lunglai di tepi jembatan
Tengtop hitam yang pudar melekat di tubuhmu
Sehitam hidupmu yang memang telah hitam

Bimbang.... Bimbang.... Bimbang
Bimbang.... Bimbang.... Bimbang

Berombak rambutnya panjang sebahu
Hilang gundul membuka lembaran baru
Walau hati masih terpaku di tiang dulu
Mentari telah muncul meskipun ragu ragu

Puisi "Lirik lagu" Cipt. Tarso Brekel

Selasa, 27 Januari 2015

TULISAN RINDU WARISAN ANAK CUCU

Lembar lembar kosong bertumpuk terkunci dalam lemari besi
Entah berapa lama mereka kubiarkan terbaring tanpa nafas
Malam berlanjut kembali menyapa malam mereka hanya diam
Acuh hidupku mendengar rintihan rindu kertas buram yang terhampar
Apa yang aku pikirkan?.....
Atau larutnya aku pada secuil lingkaran?.....

Ruang kamarku yang dulu selalu ramai sorak sorai suara hati
Kini nampak sepi....
Tanpa gambar tanpa aksara....
Kenangan ilalang petualang kubungkam
Dalam kardus kupaksa diam, sisa dari yang tlah hilang
Aku tertunduk dalam senyuman purnama penuh makna

Mungkinkah dia bertanya kapan aku kembali lanjutkan cerita nyata!!!
Waktu kian menipis tinggalkan aku terkurung debu
Angin setia merabaku menyampaikan apa yang tak nampak
Jiwa meluangkan parasit menutup akar akar umbi jalar
Ruhku berbisik, memaksa menyusun langkah pasti harus kembali
Ruhku Membentak!!! luruskan pandang lalu teruslah menapak

Gelembung imajinasi pelan pelan kujamah dalam remang goresan
Kesunyian menjadi ruang syair bisu coretan rindu
Kutersenyum pada bingkai yang menanti tertera dalam kisah
Kertas buram dalam jeruji mulai menghirup abjad mentari
Kerinduan kertas kosong pada jejak tinta pengembara
Kini mulai membekas lagi..... dan tak akan ku berhenti.....

Biarkan sekelumit bangkai berjalan menganggap bualan
Biarkan segelintir beling menusuk kaki karena iri
Katakan sebenarnya, ucapkan apa adanya....
Kawan berikan warisan pada keturunan dengan keringat perjuangan
Biarkan tulisan wakilkan kisah tanggal depan nisan....

Puisi Cipt. Tarso Brekel

BONBIN

Ocehan dalam kandang berfasilitas sangat luas,
Warna - warni berdiskusi cari sensasi ditiap lini,
Suara - suara tak jelas saling berebut paling pas
mengaung, meringkik, menggonggong, hingga mengorok,
wira wiri, mondar mandir sana sini cotat catut,

Gonta ganti naik turun teriak teriak
Boga bagi keluar masuk tusuk cabut lalu kabur
Dari melata hingga anjing berbulu domba
Berserakan penuhi tong sampah
Mengendus, mengelus, menjilat lalu menggigit

Telur telur menetas dari itik menjadi buas
Sikat sana hajar sini yang penting rekening terisi
Peringkat terbaik dunia dalam lomba tak baik
janji janji palsu para penipu tlah hilang malu
Kebon binatang kian ramai bernyanyi mars korupsi

Puisi Cipt. Tarso Brekel 2011

HARUMKAN INDONESIA

Bagunlah kawan, berbeda tetap satu
Janganlah malas, mari bergandeng tangan
Tunjukkan kreatifitas, tunjukkan karyamu
Jangan terpendam, jangan tersapu

Bangkitlah kawan jangan bertopang dagu
Bulatkan tekad asah tajam otakmu
Kita bangsa besar tak boleh tenggelam
Teriakkan bangga hidup beragam

Mari kawan generasi muda
Bangkit bersama Harumkan Nama
Bangsa dan Negara Indonesia
Dimata dunia dengan karya kita

Mari tanamkan semangat 45
Kobarkan tekad membangun moral bangsa
Lanjutkan perjuangan para Pahlawan
Nyalakan terang jangan tersesat jalan

Hindari perpecahan, kuatkan persatuan
Jadikan kekurangan sebagai kelebihan
Negara Indonesia Bangsa BerTuhan
Merah putih berkibar Garuda Mengangkasa

Puisi Cipt. Tarso Brekel

PUISI KELAM

Pusara berselimut beling kaca warna tua
Kelambu kelabu menutupi nisan menarik perhatian
Beragam putik bunga menghias ranjang nisan tak bertuan
Entah siapa jasad arwah di dalamnya
Yang kutau banyak manusia mengharap Rezeki
Di atas kemenyan berasap api
Meminta pada nisan sekutukan Tuhan
Bukankah manusia mati roh langsung terangkat pergi

Meminta pada tulang belulang terkubur tanah
Manusia mati disembah diagungkan lupakan Tuhan
Sungguh miris terdengar tragedi kemiskinan hati
Lewati jalur singkat bermaksiat menyembah mayat
Nisan tak bertuan diam....
Hanya diam karena dia tak mendengar
Benda buatan yang dibuat tandakan pemakaman
Bukan cahaya yang mampu ciptakan alam
Bangsa halus tertawa bahkan mungkin ada yang sedih
Manusia meratapi kekurangan diri berharap nisan melengkapi
Tragedi...... ini tragedi.....

Berbau mistis membawa jiwa dalam sesat dilaknat
Kepercayaan pada Tuhan disisihkan
Menganggap nisan pemberi harapan
Setan pesta pora menari tertawa saat manusia menegadah padanya
Kegelapan payungi nisan berpagar pohon besar
Bangkitkan sifat primitif bermain klenik
Nisan tak bertuan menjadi tempat pengaduan
Sedangkan Tuhan gelisah memikirkan ciptaanya

Puisi Cipt. Tarso Brekel