Anggun wajahmu mengetuk pintu hatiku
Paras ayu meluangkan waktu mendampingiku
Alunan nada kicau burung tepian sawah
Bersenggama selimuti angin berhembus
Tipis bibirmu membekas sentuhanku
Dingin suasana menjadi hangat terasa
Merangkul ceritamu menemani hasratmu
Berdua mengarungi bahtera kasih
Berjanji tiada lagi pengganti
Hanya aku kamu sepanjang hidup ini
Udara lereng pegunungan membasuh tubuh
Diatas bebatuan menuliskan harapan
Baringkan mimpi hidupkan ruang samar
Mengalirkan pancuran masa depan
Diantara jalanan panjang berlampu taman
Kesetiaanmu nampak jelas tertuang
Matamu indah menatap senyum simpulku
Bergandeng tangan tertawakan kegalauan
Cerah langkah kita hingga jelang dini hari
Luapkan semua lelah hingga surya fajar tiba
Ku ikat pita pada gelombang rambutmu
Memilah jingga mendayung perahu
Melambai camar menukik kelautan
Bangga memiliki kasih sepertimu
Perhatian meskipun kadang kita jauh
Bersamamu lembab tanah sejukan hawa
Akan tiba pelaminan resmikan kita berdua
Puisi Cipt. Tarso Brekel
Paras ayu meluangkan waktu mendampingiku
Alunan nada kicau burung tepian sawah
Bersenggama selimuti angin berhembus
Tipis bibirmu membekas sentuhanku
Dingin suasana menjadi hangat terasa
Merangkul ceritamu menemani hasratmu
Berdua mengarungi bahtera kasih
Berjanji tiada lagi pengganti
Hanya aku kamu sepanjang hidup ini
Udara lereng pegunungan membasuh tubuh
Diatas bebatuan menuliskan harapan
Baringkan mimpi hidupkan ruang samar
Mengalirkan pancuran masa depan
Diantara jalanan panjang berlampu taman
Kesetiaanmu nampak jelas tertuang
Matamu indah menatap senyum simpulku
Bergandeng tangan tertawakan kegalauan
Cerah langkah kita hingga jelang dini hari
Luapkan semua lelah hingga surya fajar tiba
Ku ikat pita pada gelombang rambutmu
Memilah jingga mendayung perahu
Melambai camar menukik kelautan
Bangga memiliki kasih sepertimu
Perhatian meskipun kadang kita jauh
Bersamamu lembab tanah sejukan hawa
Akan tiba pelaminan resmikan kita berdua
Puisi Cipt. Tarso Brekel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar