Selasa, 27 Januari 2015

PUISI KELAM

Pusara berselimut beling kaca warna tua
Kelambu kelabu menutupi nisan menarik perhatian
Beragam putik bunga menghias ranjang nisan tak bertuan
Entah siapa jasad arwah di dalamnya
Yang kutau banyak manusia mengharap Rezeki
Di atas kemenyan berasap api
Meminta pada nisan sekutukan Tuhan
Bukankah manusia mati roh langsung terangkat pergi

Meminta pada tulang belulang terkubur tanah
Manusia mati disembah diagungkan lupakan Tuhan
Sungguh miris terdengar tragedi kemiskinan hati
Lewati jalur singkat bermaksiat menyembah mayat
Nisan tak bertuan diam....
Hanya diam karena dia tak mendengar
Benda buatan yang dibuat tandakan pemakaman
Bukan cahaya yang mampu ciptakan alam
Bangsa halus tertawa bahkan mungkin ada yang sedih
Manusia meratapi kekurangan diri berharap nisan melengkapi
Tragedi...... ini tragedi.....

Berbau mistis membawa jiwa dalam sesat dilaknat
Kepercayaan pada Tuhan disisihkan
Menganggap nisan pemberi harapan
Setan pesta pora menari tertawa saat manusia menegadah padanya
Kegelapan payungi nisan berpagar pohon besar
Bangkitkan sifat primitif bermain klenik
Nisan tak bertuan menjadi tempat pengaduan
Sedangkan Tuhan gelisah memikirkan ciptaanya

Puisi Cipt. Tarso Brekel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar