Selasa, 27 Januari 2015

TULISAN RINDU WARISAN ANAK CUCU

Lembar lembar kosong bertumpuk terkunci dalam lemari besi
Entah berapa lama mereka kubiarkan terbaring tanpa nafas
Malam berlanjut kembali menyapa malam mereka hanya diam
Acuh hidupku mendengar rintihan rindu kertas buram yang terhampar
Apa yang aku pikirkan?.....
Atau larutnya aku pada secuil lingkaran?.....

Ruang kamarku yang dulu selalu ramai sorak sorai suara hati
Kini nampak sepi....
Tanpa gambar tanpa aksara....
Kenangan ilalang petualang kubungkam
Dalam kardus kupaksa diam, sisa dari yang tlah hilang
Aku tertunduk dalam senyuman purnama penuh makna

Mungkinkah dia bertanya kapan aku kembali lanjutkan cerita nyata!!!
Waktu kian menipis tinggalkan aku terkurung debu
Angin setia merabaku menyampaikan apa yang tak nampak
Jiwa meluangkan parasit menutup akar akar umbi jalar
Ruhku berbisik, memaksa menyusun langkah pasti harus kembali
Ruhku Membentak!!! luruskan pandang lalu teruslah menapak

Gelembung imajinasi pelan pelan kujamah dalam remang goresan
Kesunyian menjadi ruang syair bisu coretan rindu
Kutersenyum pada bingkai yang menanti tertera dalam kisah
Kertas buram dalam jeruji mulai menghirup abjad mentari
Kerinduan kertas kosong pada jejak tinta pengembara
Kini mulai membekas lagi..... dan tak akan ku berhenti.....

Biarkan sekelumit bangkai berjalan menganggap bualan
Biarkan segelintir beling menusuk kaki karena iri
Katakan sebenarnya, ucapkan apa adanya....
Kawan berikan warisan pada keturunan dengan keringat perjuangan
Biarkan tulisan wakilkan kisah tanggal depan nisan....

Puisi Cipt. Tarso Brekel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar