Sabtu, 31 Januari 2015

JALUR BERAWAN

Setiap hari berangkat kerja berbekal doa
Dengan senyum dia sapa penghuni desa
Jalan berlawanan melihat teman kearah kota
Sedangkan dia ke pelosok desa
Sorot matanya berkaca karena beda tujuan sama
Menciptakan kebahagiaannya sendiri
Dengan bersyukur atas segala berkah
Rezeki di raih tak lupa berbagi
Rahmat hidayah dia terima sebagai hikmah
Tetap melangkah khusyukkan telaga arah

Resah nasip bukan berujung keluhan
Besar kecil pemasukan dia sumbang redakan duka lara
Duka karena bencana cerca, luka hati karena teraniaya
Dengan rela luangkan waktu menghibur kawan
Turut andil ajarkan pengalaman
Di lupakan tak jadikan persoalan
Keringat mengguyur badan menjadi berkah masa depan

Jalur berawan berkumpulnya segenap perasaan
Menempuh perjalanan menuju pertempuran
Merangkul pertemuan rencana tuhan
Mencari nafkah di medan juang
Terjatuh lalu bangkit
kehabisan darah kemudian merah membara
Bekal bekal keluarga saudara juga belahan jiwa
Adalah amunisi lenyapkan krisis diri

Perang melawan kegetiran hati dan mimpi
Restu semesta merasuki
Dikala butuh keseimbangan
Membangun mimpi menjadi kenyataan
Khayalan khayalan di realisasikan
Keajaiban di saksikan
Mukjizat datang menyelamatkan
Pengais nafkah pulang bergrilya
Dengan keluarga dia jabarkan cerita
Jalur berawan tegang tegang mengasikkan


Puisi Cipt. Tarso Brekel




Tidak ada komentar:

Posting Komentar