Dari sudut jalan angkatan 45
Belakang pagar sekolah tehnik menengah
Tempat mangkal siswanya bolos sekolah
Samping kebun tebu milik mbah ira
Aku lahir dari rahim ibuku
Menjelang magrib diatas becak bapakku
Di gang panjang lorong kesehatan
Dengan bantuan bidan lorong harapan
Ramainya tawa lepas disana
Warganya damai dan bersahajah
Sebelum datang setan berujud manusia
Singkirkan kami demi megahnya kota
Rumah papanku yang beralaskan tanah
Kini musnah tinggalkan puing sejarah
Kebun tebu lapangan dan rumah tetangga
Kini hilang entah kemana
Tawa teman kecilku kini tak terdengar
Saat kota lebarkan sayapnya
Kami pergi membawa sejuta kenangan
Gedung tinggi kibarkan bendera kemenangan
Selamat tinggal tanah kelahiranku
Semoga engkau mengingatku selalu
Sampai jumpa dilain waktu
Sampai nanti kita bersatu
Puisi "Lirik lagu" Cipt. Tarso Brekel
Belakang pagar sekolah tehnik menengah
Tempat mangkal siswanya bolos sekolah
Samping kebun tebu milik mbah ira
Aku lahir dari rahim ibuku
Menjelang magrib diatas becak bapakku
Di gang panjang lorong kesehatan
Dengan bantuan bidan lorong harapan
Ramainya tawa lepas disana
Warganya damai dan bersahajah
Sebelum datang setan berujud manusia
Singkirkan kami demi megahnya kota
Rumah papanku yang beralaskan tanah
Kini musnah tinggalkan puing sejarah
Kebun tebu lapangan dan rumah tetangga
Kini hilang entah kemana
Tawa teman kecilku kini tak terdengar
Saat kota lebarkan sayapnya
Kami pergi membawa sejuta kenangan
Gedung tinggi kibarkan bendera kemenangan
Selamat tinggal tanah kelahiranku
Semoga engkau mengingatku selalu
Sampai jumpa dilain waktu
Sampai nanti kita bersatu
Puisi "Lirik lagu" Cipt. Tarso Brekel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar