Kerikil tajam menusuk setiap langkahku
Runcingnya duri menggores kulit tubuhku
Terpaan badai menghantam tulang jiwaku
Gelap dan sunyi selimuti perjalananku
Tiada embun di pagi hidupku
Silaunya mentari menghalau pandanganku
Hujan dan petir gemetarkan lututku
Hempasan ombak hanyutkan impianku
Setelah lama ku telusuri dunia hitam
Akhirnya kini ku dapat singgah di awan putih
Walau angan tak seperti harapan
Namun ku tenang dalam kepastian
Puisi Cipt. Tarso Brekel
Runcingnya duri menggores kulit tubuhku
Terpaan badai menghantam tulang jiwaku
Gelap dan sunyi selimuti perjalananku
Tiada embun di pagi hidupku
Silaunya mentari menghalau pandanganku
Hujan dan petir gemetarkan lututku
Hempasan ombak hanyutkan impianku
Setelah lama ku telusuri dunia hitam
Akhirnya kini ku dapat singgah di awan putih
Walau angan tak seperti harapan
Namun ku tenang dalam kepastian
Puisi Cipt. Tarso Brekel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar