Jumat, 30 Januari 2015

RINTIHAN HATI

Menghentak bumi menapak perih
Memikul karang menghujam bahuku
Kering kerontang sudah tenggorokanku
Bagai terdampar di gurun sahara
KU TERIAAAAAAAAAAK........... sekuat tenaga

Namun tak selirih anginpun terdengar dari mulutku
Ku merangkak ku mendongak
MENANTANG PANASNYA MATAHARI
Walau kadang ku merintih dan meratapi

Bagai duri yang menggores kulit tubuhku
Bagai pedang yang menusuk tepat di jantungku
Rapuh langkahku
Seperti hidup tapi tak bernyawa
Bagai runcingnya cakar cakar harimau
Yang mengoyak setiap mili lambungku

Kenapa mimpiku harus tercabik dan terpisah
Dan tak juah mendekat
Pertanyaan demi pertanyaan
Menghujat dan menghakimi setiap panca inderaku
Namun jawaban belum juga memuaskan

Syair syair jeritan jiwa sang pujangga
Terdengar.......... menyayat
Tapi ku tetap tak bergeming

Tubuhku kian rentah
Kian rasa takut itu menggumpal dalam otakku
Aku takut....
Aku takut tak mampu lagi menghadang toupan yang datang menerjang

Aku hanya berharap ku dapat menemukan setitik sinar
Diantara ruang gelap nan pengap

Puisi Cipt. Tarso brekel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar